Home » Program Studi

Program Studi

Program Studi Teknik Industri S1

Program Studi Teknik Industri S1 Universitas Widyatama berfokus pada bidang Sistem Logistik dan Distribusi. Kajian bidang tersebut berfokus pada perencanaan, implementasi, dan kontrol dari aliran barang, layanan, dan informasi terkait secara efektif dan efisien. Program Studi Teknik Industri S1 telah mempeoleh Akreditasi dengan peringkat B.

Program Studi Teknik Industri S1 memiliki keunggulan dalam bidang Logistik, dibekali dengan berbagai sertifikasi, diantaranya SAP Fundamental, ERP dan Cisco. Program ini dibina dosen tetap dengan keahlian keilmuan maupun praktek di bidang sistem logistik dan supplay chain.

Beban studi Prodi Teknik Industri S1 wajib ditempuh secara keseluruhan 144 SKS dengan masa studi selama 8 (delapan) semester.

Beban Studi

  1. Beban studi dalam satu semester adalah jumlah nilai kredit yang diambil dalam semester yang berjalan;
  2. Beban studi untuk tahun pertama (Semester 1 dan Semester 2) diambil sesuai dengan distribusi kurikulum yang berlaku;
  3. Beban studi yang diambil pada tahun kedua dan seterusnya ditentukan oleh besaran Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terakhir.

Beban Studi

beban studi

Evaluasi Belajar Mahasiswa

Evaluasi Belajar Mahasiswa

 

Program Studi Informatika S1

Program Studi Informatika S1 telah mempeoleh Akreditasi dengan peringkat B. Program Studi Informatika mempersiapkan mahasiswa/i dengan keahlian dalam merancang program dan aplikasi komputer meliputi web, mobile, social networking, teknologi basis data, system intelligence, teknologi jaringan, game dan multimedia interaktif, serta ilmu pengembangan teknologi informasi lainnya yang sesuai dengan kebutuhan.

Bekerjasama menyelenggarakan Program Three Plus One dengan NPIC Cambodia pada kegiatan Joint Degree (Perkuliahan 3 tahun di Widyatama dan 1 tahun di NPIC Cambodia)

Beban Studi

  1. Beban studi dalam satu semester adalah jumlah nilai kredit yang diambil dalam semester yang berjalan;
  2. Beban studi untuk tahun pertama (Semester 1 dan Semester 2) diambil sesuai dengan distribusi kurikulum yang berlaku;
  3. Beban studi yang diambil pada tahun kedua dan seterusnya ditentukan oleh besaran Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terakhir.

Beban Studi Mahasiswa

beban studi

Evaluasi Belajar Mahasiswa

Evaluasi Belajar Mahasiswa

Program Studi Sistem Informasi S1

Program Sistem Informasi menghasilkan mahasiswa/i yang memiliki keahlian dalam menganalisis, mendesain, dan merancang hingga menerapkan berbagai solusi dalam sistem informasi enterprise yang berbasiskan teknologi informasi, perusahaan, sehingga perusahaan mampu meningkatkan keunggulan kompetitifnya dalam dunia bisnis.

Dalam rangka membuka wawasan serta lebih mempersiapkan para lulusan agar dapat bersaing di dunia Internasional, Prodi Sistem Informasi Widyatama melakukan kerjasama dengan Multimedia University Malaysia (MMU) meliputi meliputi Joint Degree atau Double Degree, Student Exchange juga Joint Research Collaboration yang dilakukan antar Dosen. Lulusan dibekali juga dengan berbagai sertifikasi diantaranya SAP Fundamental, ERP dan Cisco.

Beban Studi

  1. Beban studi dalam satu semester adalah jumlah nilai kredit yang diambil dalam semester yang berjalan;
  2. Beban studi untuk tahun pertama (Semester 1 dan Semester 2) diambil sesuai dengan distribusi kurikulum yang berlaku;
  3. Beban studi yang diambil pada tahun kedua dan seterusnya ditentukan oleh besaran Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terakhir.

Beban Studi Mahasiswa

beban studi

Evaluasi Belajar Mahasiswa

Evaluasi Belajar Mahasiswa

Program Studi Teknik Sipil S1

Program Studi Teknik Sipil S1 hasil penyatuan dari perguruan tinggi – memiliki kurikulum yang disusun dengan? kekhususan teknik jalan. Hasil akhir dari proses belajar, lulusan memiliki kompetensi yang berbeda dengan lulusan Program Studi Teknik Sipil pada umumnya, yaitu dilengkapi sertifikat tenaga ahli (SKA) bidang teknik jalan, dan sertifikat tenaga ahli (SKA) bidang keselamatan, kesehatan, keamanan kerja (K3) dipekerjaan konstruksi, semuanya akan dikeluarkan oleh Ikatan Ahli Konstruksi Indonesia (IAKI) Pusat.

Kurikulum mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). SKKNI berdasarkan Model Regional Model Competency Standard (RMCS) yang merupakan model penyusunan standar kompetensi yang diperkenalkan oleh International Labor Organization (ILO).

Oleh karenanya kurikulum juga sudah sesuai dengan masukan dari pihak industri atau dunia kerja yang terkait bidang jalan dan konstruksi. Disamping itu pula sebanyak 10 program sertifikasi nasional yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Ikatan Ahli Konstruksi Indonesia (IAKI), serta sertifikasi internasional SAP Fundamental dan SAP Business in eProcurement yang dimasukkan dalam sebaran mata kuliah pada kurikulum.

Pelaksanaan khusus pada semester 7, mahasiswa akan melakukan program pemagangan komprehensif sebagai wujud implementasi mata kuliah untuk dipraktekkan dalam dunia kerja. Waktu pelaksanaan pemagangan (full day) selama 4 bulan yang lokasinya berada di Balai Pengujian Mutu Konstruksi dan Lingkungan (Jl. Jend. A.H.Nasution No.117 Ujung Berung, Bandung). Pada semester akhir juga akan dilibatkan pada kegiatan tenaga ahli yang langsung berada di konsultan atau kontraktor.

Beban Studi

  1. Beban studi dalam satu semester adalah jumlah nilai kredit yang diambil dalam semester yang berjalan;
  2. Beban studi untuk tahun pertama (Semester 1 dan Semester 2) diambil sesuai dengan distribusi kurikulum yang berlaku;
  3. Beban studi yang diambil pada tahun kedua dan seterusnya ditentukan oleh besaran Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terakhir.

Beban Studi Mahasiswa

beban studi

Evaluasi Belajar Mahasiswa

Evaluasi Belajar Mahasiswa

Program Studi Teknik Elektro S1

Program Studi Teknik Elektro S1 hasil penyatuan dari perguruan tinggi – memiliki kurikulum yang disusun dengan kekhususan telematika dan instrumentasi/kontrol. Hasil akhir dari proses pembelajaran, lulusan memiliki kompetensi yang dilengkapi pilihan sertifikasi dunia industri penerbangan : a) electrical systems, b) test system engineering (instrumentation), c) avionic system. Semua pilihan sertifikasi tersebut akan dikeluarkan oleh PT. Dirgantara Indonesia.

Kurikulum mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). SKKNI berdasarkan Model Occupational Skills Standard (MOSS), yaitu model penyusunan standar kompetensi berdasarkan okupasi atau jabatan, implementasi dari matriks keahlian Job Description Qualification (JDQ) requirement PT. Dirgantara Indonesia merupakan produk silabusnya.

. Oleh karenanya kurikulum juga sudah sesuai dengan masukan dari pihak industri atau dunia kerja yang terkait bidang electrical systems, test system engineering (instrumentation), dan avionic system. Sertifikasi internasional tersebut diakui sebanyak 7 negara yang mempunyai bidang industri penerbangan (berafiliasi), yakni : Amerika, Perancis, Canada, Spanyol, Singapura, Malaysia, Indonesia. Disamping itu pula sebanyak 9 program sertifikasi internasional sesuai program kebutuhan dunia industri (PT. Dirgantara Indonesia). Serta sertifikasi internasional SAP Fundamental dan SAP Business in eProcurement yang dimasukkan dalam sebaran mata kuliah pada kurikulum. Keseluruhan kurikulum ini akan di audit oleh PT. Dirgantara Indonesia agar Prodi Teknik elektro selalu memperbaharui perkembangan mata kuliahnya yang disesuaikan dengan silabus yang berasal dari dunia industri (PT. Dirgantara Indonesia).

Pelaksanaan khusus pada semester 7, mahasiswa akan melakukan program pemagangan komprehensif sebagai wujud implementasi mata kuliah untuk dipraktekkan dalam dunia kerja. Waktu pelaksanaan pemagangan (full day) selama 4 bulan yang lokasinya berada di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) PT. Dirgantara Indonesia, Jl. Pajajaran No. 154 Andir – Bandung.

Beban Studi

  1. Beban studi dalam satu semester adalah jumlah nilai kredit yang diambil dalam semester yang berjalan;
  2. Beban studi untuk tahun pertama (Semester 1 dan Semester 2) diambil sesuai dengan distribusi kurikulum yang berlaku;
  3. Beban studi yang diambil pada tahun kedua dan seterusnya ditentukan oleh besaran Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terakhir.

Beban Studi Mahasiswa

beban studi

Evaluasi Belajar Mahasiswa

Evaluasi Belajar Mahasiswa

Program Studi Teknik Mesin S1

Program Studi Teknik Mesin S1 hasil penyatuan dari perguruan tinggi – memiliki kurikulum yang disusun dengan kekhususan pada produk CNC Machine, dan Quality Inspection. Hasil akhir dari proses belajar, lulusan memiliki kompetensi yang dilengkapi pilihan sertifikasi : CNC Operator, NC Programming, dan Quality Inspection. Semua pilihan sertifikasi tersebut akan dikeluarkan oleh PT. Dirgantara Indonesia.

Kurikulum mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). SKKNI berdasarkan Model Occupational Skills Standard (MOSS), yaitu model penyusunan standar kompetensi berdasarkan okupasi atau jabatan, implementasi dari matriks keahlian Job Description Qualification (JDQ) requirement PT. Dirgantara Indonesia merupakan produk silabusnya.

. Oleh karenanya kurikulum juga sudah sesuai dengan masukan dari pihak industri atau dunia kerja yang terkait bidang CNC Operator, NC Programming, dan Quality Inspection. Sertifikasi internasional tersebut diakui sebanyak 7 negara yang mempunyai bidang industri penerbangan (berafiliasi), yakni : Amerika, Perancis, Canada, Spanyol, Singapura, Malaysia, Indonesia. Disamping itu pula sebanyak 9 program sertifikasi internasional sesuai program kebutuhan dunia industri (PT. Dirgantara Indonesia). Serta sertifikasi internasional SAP Fundamental dan SAP Business in eProcurement yang dimasukkan dalam sebaran mata kuliah pada kurikulum. Keseluruhan kurikulum ini akan di audit oleh PT. Dirgantara Indonesia agar Prodi Teknik Mesin (S1) selalu memperbaharui perkembangan mata kuliahnya yang disesuaikan dengan silabus yang berasal dari dunia industri (PT. Dirgantara Indonesia).

Pelaksanaan khusus pada semester 7, mahasiswa akan melakukan program pemagangan komprehensif sebagai wujud implementasi mata kuliah untuk dipraktekkan dalam dunia kerja. Waktu pelaksanaan pemagangan (full day) selama 4 bulan yang lokasinya berada di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) PT. Dirgantara Indonesia, Jl. Pajajaran No. 154 Andir – Bandung.

Beban Studi

  1. Beban studi dalam satu semester adalah jumlah nilai kredit yang diambil dalam semester yang berjalan;
  2. Beban studi untuk tahun pertama (Semester 1 dan Semester 2) diambil sesuai dengan distribusi kurikulum yang berlaku;
  3. Beban studi yang diambil pada tahun kedua dan seterusnya ditentukan oleh besaran Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terakhir.

Beban Studi Mahasiswa

beban studi

Evaluasi Belajar Mahasiswa

Evaluasi Belajar Mahasiswa

Program Studi Teknik Mesin D3

Program Studi Teknik Mesin D3 hasil penyatuan dari perguruan tinggi – memiliki kurikulum yang disusun dengan kekhususan Welding yang diilengkapi pilihan sertifikasi, yakni : TIG welding, Spot welding, dan Seam welding. Semua pilihan sertifikasi tersebut akan dikeluarkan oleh PT. Dirgantara Indonesia.

Kurikulum mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). SKKNI berdasarkan Model Occupational Skills Standard (MOSS), yaitu model penyusunan standar kompetensi berdasarkan okupasi atau jabatan, implementasi dari matriks keahlian Job Description Qualification (JDQ) requirement PT. Dirgantara Indonesia merupakan produk silabusnya.

. Oleh karenanya kurikulum juga sudah sesuai dengan masukan dari pihak industri atau dunia kerja yang terkait bidang TIG welding, Spot welding, dan Seam welding. Sertifikasi internasional tersebut diakui sebanyak 7 negara yang mempunyai bidang industri penerbangan (berafiliasi), yakni : Amerika, Perancis, Canada, Spanyol, Singapura, Malaysia, Indonesia. Disamping itu pula sebanyak 9 program sertifikasi internasional sesuai program kebutuhan dunia industri (PT. Dirgantara Indonesia). Serta sertifikasi internasional SAP Fundamental dan SAP Business in eProcurement yang dimasukkan dalam sebaran mata kuliah pada kurikulum. Keseluruhan kurikulum ini akan di audit oleh PT. Dirgantara Indonesia agar Prodi Teknik Mesin (D3) selalu memperbaharui perkembangan mata kuliahnya yang disesuaikan dengan silabus yang berasal dari dunia industri (PT. Dirgantara Indonesia).

Pelaksanaan khusus pada semester 5, mahasiswa akan melakukan program pemagangan komprehensif sebagai wujud implementasi mata kuliah untuk dipraktekkan dalam dunia kerja. Waktu pelaksanaan pemagangan (full day) selama 4 bulan yang lokasinya berada di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) PT. Dirgantara Indonesia, Jl. Pajajaran No. 154 Andir – Bandung.

Beban Studi

  1. Beban studi dalam satu semester adalah jumlah nilai kredit yang diambil dalam semester yang berjalan;
  2. Beban studi untuk tahun pertama (Semester 1 dan Semester 2) diambil sesuai dengan distribusi kurikulum yang berlaku;
  3. Beban studi yang diambil pada tahun kedua dan seterusnya ditentukan oleh besaran Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terakhir.

Beban Studi Mahasiswa

beban studi

Evaluasi Belajar Mahasiswa

Evaluasi Belajar Mahasiswa